Selasa, 14 Desember 2010

TUGAS PSOK (bag.3)

 Konektivitas Jaringan
Internet dalam bentuk yang paling sederhana merupakan kumpulan berjuta-juta komputer yang terkoneksi dengan jaringan. Koneksi dalam internet tergantung pada pengkabelan dan peralatan yang digunakan pada sebuah lokasi internet tertentu. Terdapat ukuran setiap koneksi jaringan yang menentukan seberapa banyak bandwidth tersedia. Contohnya, jika kita menggunakan koneksi DSL untuk berhubungan dengan internet, kita mempunyai 1,54 Megabits (Mb) bandwidth. Bandwidth diukur dalam satuan bits. Kumpulan bits disebut bytes yang membentuk sejumlah huruf, teks, dan informasi lainnya yang ditransfer antara komputer kita dan internet ataupun sebaliknya.
Jika kita mempunyai koneksi DSL dalam ber-internet, kita mempunyai bandwidth terdedikasi (dedicated bandwidth) antara komputer kita dan perusahaan penyedia jasa layanan internet atau Internet Server Provider (ISP). Namun, ISP kita mungkin memiliki ribuan koneksi DSL pada lokasinya. Semua koneksi tersebut terkumpul pada ISP langganan kita yang kemudian mempunyai dedicated connection juga ke internet (atau disebut juga koneksi ganda) yang lebih besar daripada koneksi tunggal kita. ISP harus mempunyai cukup bandwidth untuk melayani kebutuhan komputasi kita sebaik pelanggan lainnya. Jadi, ketika kita mempunyai 1.54 Mb koneksi ke ISP kita, ISP kita mungkin mempunyai 255 Mb koneksi ke internet sehingga bisa mengakomodasikan kebutuhan kita dan hingga 166 pengguna lain (255/1.54).

 Trafik
Analogi paling sederhana untuk memahami bandwidth dan trafik (jaringan) ialah tentang jalan raya dan kendaraan yang melewatinya. Bandwidth ialah sejumlah jalur pada jalan raya, sementara trafik ialah sejumlah kendaraan yang berjalan diatasnya.
Sederhananya, trafik (traffic) merupakan sejumlah bit (=bits) yang ditransfer pada koneksi jaringan. 1 Gigabytes sama dengan 1.024 Megabytes. Dalam perspektifnya, butuh 1 byte untuk menyimpan 1 karakter. Bayangkan 100 kabinet data dalam sebuah bangunan, masing-masing cabinet menampung 1000 map, setiap mapnya mempunyai 100 kertas. Setiap kertas berisi 100 karakter. Jadi bisa diibaratkan 1GB (1 gigabytes) ialah semua karakter dalam sebuah gedung. Sebuah MP3 berukuran sekitar 4MB (empat megabytes), lagu yang sama dalam wav format bisa mencapai 40MB, sebuah film penuh bisa mencapai 800MB hingga 1000MB (1000MB=1GB).
Jika kita harus mentransfer lagu MP3 tersebut dari website ke komputer kita, kita akan memenuhi trafik 4MB diantara website saat kita mendownload dan komputer kita. Bergantung pada koneksi jaringan antara website dan internet, transfer data lagu tersebut bisa sangat cepat, atau bahkan akan sangat membutuhkan banyak waktu ketika orang lain juga mendownload file tersebut pada waktu yang sama. Sebagai contoh, jika website yang kita download lagunya tersebut.


 Hosting Bandwidth
Sebuah halaman web mungkin sangat kecil atau besar tergantung pada jumlah teks dan banyak dan kualitas gambar yang disertakan dalam halaman web tersebut. Contohnya halaman pertama suryantara.wordpress.com sekitar 200KB (hanya contoh). 200 Kilobytes = 200.000 bytes = 1.600.000 bits. Saya kira ini terlalu besar dibandingkan dengan homepage Yahoo yang hanya sekitar 70KB.
Setelah beberapa hal diatas kita mengerti dan pahami saatnya mengukur kecepatan internet. Seberapa jauh kecepatan akses internet antara harapan dan kenyataan dapat dimengerti. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan, masing-masing cara memiliki kekurangan dan kelebihan. Menurut penulis, pakailah beberapa cara dan lakukan dalam beberapa kali pengukuran. Setelah dilakukan beberapa kali pengukuran, maka kesimpulannya bisa diambil.
1. Test Download File yang cukup besar dari beberapa server tertentu.
Melakukan test download merupakan cara mengukur kecepatan akses internet yang simple dan cukup realible. Hasilnya dapat dilihat dengan melihat transfer rate pada pop-ip windows. Contoh : download dari http://www.kernel.org/pub/linux/kernel/v2.6/linux 2.6.11.7.tar.gz. File kernel Linux sebesar 44,4 Mb.
Kita bisa melakukan download file lain yang lebih besar misal video dari server lain atau dari Rapidshare, search file yang akan di download melalui INEEDFILE. Lokasi mencari file untuk di download yang cukup bisa diandalkan, selain torent search. Contoh Result dari Kernel.org :


Gambar 5. Hasil Mengukur Akses Internet Download Kernel Linux
Diperoleh transfer rate sebesar 119 KB/Sec, ingat satuannya adalah Byte Per Second, yang berarti bwndwidth yang diperoleh dari ISP adalah 119 KBps x 8 = 952 kbps.
2. Test speedtest dari server penyedia tool untuk bandwidth testing
Pengukuran misal melalui speedtest.net bisa memilih tujuan server untuk melakukan tes kecepatan bandwidth. Hasilnya berupa nilai kecepatan upload dan download. Mengukur kecepatan akses internet dengan cara ini juga cukup bagus.

Gambar 6. Hasil Mengukur Kecepatan Akses Internet dari Speedtest.Net
3. Menggunakan Software-software pengukur Kecepatan
Banyak software yang bisa dipakai untuk mengukur kecepatan akses internet, contohnya adalah : DU Meter, berbayar tetapi bisa mencoba versi trial.

4. Dengan Tool tester yang disediakan oleh provider internet atau Volunter
Ada banyak penyedia Internet Speedtest server selain no.2 diatas, baik di dalam maupun diluar Indonesia. Mengukur kecepatan akses internet dari server-server ini menunjukkan kualitas link dari tempat anda ke server tersebut. Bila kita berlangganan speedy dan melakukan tes bandwidth ke server speedy bisa jadi hasilnya akan berbeda dengan mengukur kecepatan akses internet di server lain.
Bandwidth test Indonesia :
1. Telkom Speedy Speedtest
2. Indosat 3G Speedtest
3. Volunter Bandwidth Test
4. Sijiwae Bandwidth Test

2.3 Fakultas MIPA Universitas Mulawarman
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam merupakan salah satu fakultas yang berkonsentrasi pada keilmuan baik secara teoritis maupun aplikasinya. Sebagai fakultas yang berkomitmen tinggi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, sistem pembelajaran dilaksanakan dengan mengacu pada kurikulum berbasis kompetensi.
Pada tahun 2001, FMIPA (Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam) Universitas Mulawarman didirikan sebagai upaya untuk mempersiapkan generasi muda untuk menguasai dan mengembangkan IPTEK bagi kepentingan pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan bagi kesejahteraan masyarakat.
Dengan dibukanya FMIPA diharapkan peranan Universitas Mulawarman akan menjadi lebih penting untuk menyiapkan manusia yang bermutu tinggi, sadar akan IPTEK sehingga sanggup memelihara kelangsungan pemanfaatan sumber daya alam yang ada dan mampu mengurangi ketergantungan impor IPTEK dari negara maju.
Upaya ini telah mendapat persetujuan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi No. 2811/D/T/2001 tanggal 30 Agustus 2001 untuk Program Studi Biologi, Program Studi Ilmu Kimia, Program Studi Fisika, Program Studi Ilmu Statistika dan No. 386/D/T/2004 tanggal 21 September 2004 untuk Program Studi Ilmu Komputer. Pada tahun 2006, dengan SK No. 109/OT/2006 tanggal 3 Mei 2006, secara resmi ditetapkan menjadi suatu fakultas definitif di lingkungan Universitas Mulawarman.
Berdasrakan atas visi Universitas Mulawarman yakni sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bertumpu pada hutan tropika basah dan kenyataan letaknya berada di Pusat Pengembangan Industri Kehutanan, MIGAS, Pertambangan, Perkebunan dan Lingkungan Perairannya, maka kekhususan FMIPA Unmul adalah :
1. Kimia (Kimia Fisik, Kimia Organik, Kimia Anorganik, Kimia Analitik dan Biokimia).
2. Fisika (Teori dan Material, Elektronika dan Instrumentasi, Komputasi dan Permodelan, Fisika Medis, Geofisika dan Oceanografi).
3. Biologi (Biologi Lingkungan dan Bioindustri).
4. Statistika (Statistika Komputasi).
5. Ilmu Komputer (Rekayasa Software dan Sistem Informasi).




BAB III
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Untuk mendapatkan data yang diperlukan untuk kelengkapan penelitian, maka digunakan angket sebagai alat penelitian, yaitu berisi pertanyaan mengenai bandwidth yang ada di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Mulawarman.

Hasil Penelitian :
1. Seberapa penting internet bagi anda?
Jawab:
Rata-rata mahasiswa/mahasiswi angkatan 2004-2006 menjawab sangat penting, karena untuk mencari literatur terutama tugas kuliah, dengan internet kita bisa mengetahui informasi, dan internet mempermudah akses data yang dibutuhkan.
2. Aplikasi Internet apa yang biasanya anda pakai?
Jawab :
Kesimpulan dari angket yang disebar adalah biasanya aplikasi yang banyak dipakai pada saat menggunakan internet adalah FB, Google, Yahoo!, Mozilla, Opera Mini, IDM, Yahoo Messenger, dan Google Chrome.
3. Berapa jam anda menggunakan fasilitas internet di MIPA?
Jawab :
Kebanyakan mahasiswa/mahasiswi angkatan 2004-2006 menggunakan fasilitas internet di MIPA selama + 1 – 3 jam.
4. Berapa pemakaian bandwidth (kbps) saat berinternet?
Jawab :
Rata-rata kakak tingkat memakai bandwidth saat berinternet di MIPA 10-50 kbps.
5. Bagaimana kecepatan internet MIPA bagi anda?
Jawab:
Dari angket yang disebar, semua kakak tingkat yang mengisi angket tersebut mengisi bahwa kecepatan internet di MIPA adalah lambat.
6. Adakah kritik dan saran anda untuk bandwidth MIPA selanjutnya?
Jawab :
Adapun yang dapat disimpulkan dari kritik dan saran kakak tingkat adalah sebagai berikut :
o Bandwidthnya diperbesar dan ditambah
o Jangan ada pembatasan menggunakan internet di MIPA
o Memperbaiki jaringan internet di MIPA, agar pada saat berinternet tidak lambat.




BAB V
KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang sudah dipaparkan di atas, maka dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Dengan menggunakan aplikasi test download, speedtest.net, dan aplikasi pengukur kecepatan lainnya, kita dapat mengukur kecepatan akses internet yang berada di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, sehingga kita dapat mengetahui apakah kecepatan bandwidth yang ada di FMIPA itu cepat atau lambat.
2. Dan dari angket yang telah disebar kepada mahasiswa/mahasiswi yang ada di FMIPA angkatan 2004-2006, disimpulkan bahwa intenet itu sangat penting, kemudian aplikasi internet yang biasa dipakai adalah google, yahoo, Mozilla, Opera Mini, IDM, dan FB.




DAFTAR PUSTAKA

www.ewawan.com/pengertian-e-business
http://id.wikipedia.org/wiki/lebarpita
2008. Pengertian Bandwidth. http://www.idebagus.com/help/tanya-jawab/hosting/apa-yang-dimaksud-dengan-bandwidth
http://tukangsapu.web.id/tipstrik/mengukur-kecepatan-bandwidth-internet.html
Danu. 2008. Bandwidth Web Hosting. http://www.bandwidth-web-hosting.htm
2008. http://suryantara.wordpress.com/2008/01/13/perhitungan-bandwidth/
Kuswayatno, Lia. 2007. Mahir dan Terampil Berkomputer. Bandung: Grafindo Media Pratama.
Nawawi, Andre. 2008. Apa itu Bandwidth (Sebuah Teori). http://www.apa-itu-bandwidth-sebuah-teori.htm
Sadiman. 2006. Teknologi Informasi dan Komunikasi. Jakarta: Erlangga.

0 komentar:

Posting Komentar